Jumat, 15 November 2013


Rela Berkorban untuk Sahabatku
      Hai namaku Billy aku adalah siswi dari SMP Braja 4 . Pagi hari sebelum masuk kelas aku duduk ditaman bersama sahabatku Rani aku selalu berbicara apa yang aku rasakan tapi kini giliran Rani yang berbicara padaku.
Rani : Bil,sebenarnya aku tuh sayang sama                  Ronni dia tuh baik dan selalu perhatian            sama aku.
Billy : Hah…kamu sayang sama Ronni ???
Rani : Iya,memang kenapa Bill,,??
Kringg…bell masuk kelas
Billy : Rani,aku masuk kelas dulu yah…
      Dikelas aku hanya memikirkan hal tadi bagaimana dengan perasaanku yang tidak pernah aku katakan pada Rani kalau aku juga sayang pada Ronni . Tapi demi sahabatku Rani aku tidak akan memberitahukan hal ini padanya.
      Kringg…bell istirahat
      Sewaktu istirahat aku melihat Rani dan Ronni sedang mengobrol . Tapi aku harus sabar menerima semua ini .
      Sepulang sekolah Rani tidak bisa pulang bersamaku karena dia pulang bersama Ronni kini aku tidak bisa menahan air mataku lagi aku menangis ditaman belakang.
      Dihari kedua Rani semakin tidak ada waktu untukku dia selalu bersama Ronni . Aku semakin merasa aku tidak ada apa – apanya lagi . Tapi siang ini ia membuat janji makan siang bareng denganku.
      Huh…dimana sih Rani,sudah dua jam aku menunggu dia.
Kringg…handphoneku berbunyi
Billy : ya hallo Ran…
Rani : Billy,maaf aku tidak bisa makan siang
          Bareng denganmu…
Billy : Tapi kenapa Ran,aku sudah nunggu                   kamu dua jam.
Rani : Maaf Bill,aku gak bisa datang karena                Ronni kecelakaan.
Billy : Apa Ran,ya udah nanti aku kesana
      Aku merasa gelisah aku takut Ronni
Kenapa – napa.
Billy : Ran,gimana keadaan Ronni ?
Rani : Billy,Ronni buta (sambil menangis)
Billy : Kamu yang sabar ya…Ran…
      Aku berjanji aku akan mendonorkan mataku untuk Ronni demi kebahagiaan Ronni tanpa Rani tahu.
      Ronni,Billy kemana yah kok semenjak kamu bisa melihat kembali dia tidak datang kesini?? (Tanya Rani)
Krekk…suara pintu
Rani : Tante…
Mama Billy : Ran,ini ada surat dari Billy
Rani : tapi kenapa dia tidak kesini saja…
Mama Billy ; Nanti kamu akan tahu dengan                           Surat itu.
      “ Ran,maaf aku tidak pernah menjenguk kalian,aku telah mendonorkan mataku untuk Ronni dan aku tidak bisa hidup kembali,aku ingin kamu tidak sedih dengan semua ini dan aku ingin kau tahu kalau aku sayang pada Ronni tapi maaf aku tidak menceritakan ini padamu…aku ingin kamu menjaga Ronni dan matanya sebagai tanda persahabattan kita…”
( Isi Surat )
Rani : Billy aku janji aku akan menjaga Ronni             dan matanya terima kasih atas                         kesetiaanmu padaku…

Minggu, 03 November 2013



…Aku ingin ayahku bangga padaku...
       Namaku Andira aku murid kelas 5 dari SDN Mawar 3 . Aku anak tunggal,aku sangat disayang oleh kedua orang tuaku . aku tidak punya siapa – siapa lagi selain mereka berdua .
       Hari ini mama tidak ada dirumah,tapi mama berbicara aku harus nurut pada ayah . Aku pun kekamar ayah tapi ayah sedang telepon . Aku pun mendengar ada yang kecelakaan,aku takut  aku menanyakan pada ayah siapa yang kecelakaan.
Andira : Yah,siapa yang kecelakaan??
Ayah    : Mamamu,Dir…
Andira : Apa yah,..? ayo yah,kita kerumah sakit yah…
       Dimobil aku tidak bisa bicara apapun aku hanya memikirkan mama…aku tidak bisa menahan air mataku…aku takut aku ditinggalkan mama…
       Sesampainya dirumah sakit aku menunggu dokter keluar tapi mengapa lama sekali…
Ayah : Dok,bagaimana keadaan istri saya ??
Dokter : Maaf pak,saya dan pihak rumah sakit sudah                       berusaha semaksimal mungkin
Andira : Maksud dokter,mama saya sudah meninggal?
Dokter : (mengangguk)
Andira : Tidak ini tidak mungkin…(menangis)
       Seketika aku tidak ingat apa – apa aku hanya ingat pada mama…dan baru kali ini ayah memelukku...
Disaat penguburan mama aku tidak kuat aku pingsan disaat mama ditimbun tanah…
       Dua hari aku tidak masuk sekolah dan aku menuju taman belakang,aku membawa album fotoku yang berisi kenangan bersama mama dan ayah .
Disaat aku bermain,digendong,dan tertawa bersama aku menyesal mengapa dulu aku menyianyiakan kesempatan bermain dengan mama…aku hanya menonton tv bermain jejaring social kata – kata mama pun tak pernah aku turuti . tiba – tiba ayah datang dan duduk disampingku…
Andira : ayah…
Ayah : sayang,…kamu jangan terlarut dalam hal ini…
Andira : Tapi yah,aku masih ingin melihat senyum                      mama dan canda tawanya…
Ayah : Tapi takdir berbeda dengan kemauan kita                           mama harus pergi karena tuhan telah                                   rindu pada mama…
Andira : Iya,ayah mama itu baik pasti mama selalu                     berada disamping tuhan…
Ayah : iya sayang…
       Ketika malam aku mendengar ayah sedang berdoa seperti ini…
“Ya allah aku rela istriku kau ambil tapi tolong kuatkan hati anakku berikan dia keikhlassan untuk melepaskan mamanya…”
       Ketika aku mendengar doa itu aku ingin membuat ayahku bangga denganku…aku ingin tahun ini aku mendapat ranking 1 dikelas aku pun lari kekamar dan membaca buku agar aku bisa mendapat ranking 1.
      
       Senin ini pembagian rapot ayah pun mengambil rapotku…dan ketika sampai kerumah ayah terlihat senang…
Ayah : Dira……
Andira : Ya,ayah ada apa???
Ayah : Ayah bangga padamu…kamu memang anak                 pintar kamu mendapat ranking 1
Andira : yey…ayah senangkan…
Ayah : iya sayang…ayo kita kemakam mamamu…                    dan ceritakan ini semua mama pasti senang…
“Ya allah terima kasih engkau telah mengabulkan permintaan Dira…”